TABANAN, Bhaktiyogadharma.com — Dalam upaya merawat ekosistem pesisir sekaligus mengimplementasikan filosofi keharmonisan hidup masyarakat Bali, Yayasan Bhakti Yoga Dharma bekerja sama dengan Viking Sunset Studios menggelar aksi sosial lingkungan berupa pembersihan sampah anorganik dan pelepasliaran 300 ekor tukik di pesisir Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Minggu (9/8/2026).
Aksi kolektif berbasis perspektif sosial dan konservasi ini tidak hanya melibatkan korporasi dan institusi nirlaba, tetapi juga menggerakkan komponen masyarakat lintas generasi. Ratusan pelajar dari SMPN 1, 2, dan 3 Selemadeg Timur, pemuda-pemudi Sekaa Truna Truni (STT) Beraban Kangin dan Kauh, hingga krama adat setempat bahu-membahu menyisir bentang pantai dari polusi sampah plastik dan limbah anorganik lainnya.
![]() |
Wakil Bupati I Made Dirga, S.Sos., melakukan pelepasliaran tukik di pesisir Pantai Abian Kapas, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur. |
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bhakti Yoga Dharma, Jro Mangku Nyoman Putra, menegaskan bahwa agenda sosial ini merupakan manifestasi konkret dari ajaran spiritual lokal dalam merawat lingkungan hidup.
"Kegiatan ini merupakan wujud nyata mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana, selaras dengan visi dan misi Yayasan Bhakti Yoga Dharma dalam menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Slogan Segara Kerthi bukan sekadar kiasan kata, melainkan bentuk pemuliaan laut yang kami ejawantahkan secara sekala dan niskala," ujar Jro Mangku Nyoman Putra.
Mengusung tema “Segara Kerthi Abian Kapas: Nyalakan Welas Asih Sekala-Niskala: Rawat Segara Demi Keselamatan Bumi dan Keharmonisan Tri Hita Karana”, aksi ini diposisikan sebagai langkah holistik dalam memandang isu ekologi pesisir.
Jro Mangku Nyoman Putra menjelaskan bahwa kegiata sosial pembersihan sampah merupakan wujud tanggung jawab ekologis pada dimensi sekala (nyata) untuk memelihara keasrian bentang alam Palemahan. Sementara itu, pembebasan 300 ekor tukik ke samudra luas merepresentasikan pemuliaan pada dimensi niskala (spiritual).
Tukik dipandang sebagai simbolisasi Kurma Avatara—manifestasi Sang Hyang Vishnu sebagai penopang kehidupan bumi. Pelepasliaran ini dimaknai sebagai persembahan Bhuta Yadnya murni untuk memohon ketenangan penguasa samudra, Dewa Baruna, serta memancarkan energi kedamaian hingga ke lapisan alam Sapta Petala agar bumi Tabanan senantiasa rahayu dan terhindar dari bencana.
Di akhir penyampaiannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Viking Sunset Studios, Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten mendukung program pelestarian alam, adat, dan budaya agar terus membawa manfaat nyata bagi publik.
Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi terhadap inisiatif pelestarian lingkungan ini. Hadir mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati I Made Dirga, S.Sos., menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga swasta, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah.
Menurut I Made Dirga, aksi bersih pantai dan pelepasliaran penyu ini—bersandingan dengan agenda sosial upacara Manusa Yadnya massal yang telah diselenggarakan oleh Yayasan Bhakti Yoga Dharma beberapa waktu lalu, hal tersebut mengimplementasikan nilai-nilai Tri Hita Karana:
Parahyangan: Hubungan yang selaras dan harmonis antara manusia dengan Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
Pawongan: Hubungan yang rukun dan harmonis antar-sesama manusia.
Palemahan: Hubungan yang baik dan selaras antara manusia dengan lingkungan alam sekitar.
Selain mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian pantai di kawasan Beraban dan Selemadeg Timur, Pemkab Tabanan juga memaparkan program pelestarian melalui penebaran benih ikan di perairan umum bersama Kelompok, Sekaa Truna dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Wakil Bupati I Made Dirga turut mengajak seluruh komponen warga untuk berperan aktif dalam pengawasan lingkungan perairan umum, salah satunya dengan melarang penggunaan strum listrik, racun kimia (tuba), maupun bahan berbahaya lainnya demi menjaga keberlanjutan ekosistem, "ujarnya.
![]() |
| Kegiatan sosial bersih pantai dan pelepasliaran tukik turut dihadiri pejabat publik, tokoh adat, serta elemen akademis dan kepemudaan. |
Aksi lintas sektor ini turut dihadiri oleh deretan pejabat publik, tokoh adat, serta elemen akademis dan kepemudaan, antara lain: Wakil Bupati I Made Dirga, S.Sos. (mewakili Bupati Tabanan), Perwakilan DPR RI Nyoman Adi Wiryatama, Perwakilan Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Made Usmantari, Anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi (Ketua Fraksi PDI-Perjuangan), serta Anggota DPRD Tabanan I Made Muskadana.
Owner Viking Sunset Studios Mr. Bo H Holmgreen, jajaran Forkompimcam, MGPSSR Selemadeg Timur, Perbekel, BPD, Bendesa Adat Beraban, pelajar SMPN 1, 2, 3 Selemadeg Timur, SMKN 3 Tabanan serta STT Beraban Kangin & Kauh. (Humas YBYD)



0 Komentar